PUISI ISLAMI
Puisi Islami - Sudah menjadi tradisi jika di beberapa hari besar umat islam diadakan perayaan islami, seperti mauled nabi, nuzulul qur’an dan lain sebagainya. Dalam perayaan tersebut, ada banyak acara-acara yang tentunya dikemas secara islami untuk memeriahkannya, meskipun agenda utamanya adalah tausiah atau ceramah dari ustadz terkemuka. Sebagai acara hiburan, yang paling sering diselenggerakan adalah pembacaan puisi. Puisi-puisi yang dibacakan adalah puisi yang bertema islami, sehingga cocok dengan acara yang sedang diadakan. Puisi islam memang banyak ditulis oleh penyair muslim, kita-pun bisa menemukannya sudah tersaji dalam bentuk arya kompilasi yang sudah dibukukan.
di sana tersedia ribuan bahkan ratusan ribu puisi islam yang ditulis oleh berbagai penulis dari berbagai penjuru dunia. Beberapa diantaranya telah kami kumpulkan, dan sajikan dalam bentuk artikel singkat berjudul puisi islam di bawah ini. Selamat menikmati :
TEMPAT YANG HANYA MILIK-MU
Oleh Irfa Erfianah
Bukan kepalsuan yang ku mau
Bukan kesemuan yang ku butuhkan
Hanya sebuah tempat
Yang bisa terima hinanya aku
Ku temukan itu di Sisi-Mu
Terlihat dalam Agung NamaMu
Tempat terindah yang hanya Milik-Mu
Tempat terindah yang hanya di SisiMu
Tempat yang bisa terima kotornya aku
Yang beri bahagia dalam ketenangan
Sungguh kepalsuan tiada padanya
Kesemuan pun mustahil ada padanya
Wahai Dzat Penggenggam Jiwa
Jiwa-jiwa hidup dan jiwa-jiwa mati
MerinduMu dalam lembar penghambaan
Berharap diterima di tempat yang hanya MilikMu.
WANITA SHALEHA
Oleh Andi Darfawati dan Andi Umrah
Senyumnya..
Bagaikan tanda kelembutan tutur katanya
Dihiasi dengan wajah yang berseri
Bagaikan buktu ketaatan ibadahnya
Rambut yang terbalut indah oleh hijabny
Tangan yang cantik karena pacarnya
Berjalan dengan tertunduk....
Bagaikan wanita yang menjaga martabatnya
Kitab....
Tergenggam erat di tangannya
Bukti wanita cerdas
Yaang mampu memilih keputusan
Dengan baik di sertai senyum
Indah...
Kata yang pantas untuknya
Bukti kebaikan pribadinya
Wanita yang baik akhlaknya
Kelembutan yang membuatnya mempunyai banyak teman
Akhlak yang membuatnya merasa tentram
Hijab yang membuatnya merasa terjaga
Agama yang membuatnya di cintai
Dialah wanita saleha
ISLAM PALESTINA
Oleh Pauz
Nasibmu malang
Malammu tak tenang
Nyawamu terancam melayang
Telan pahit kehidupan
Lelah akan momok tembakan
Seakan kebal dengan tuntutan pengorbanan
Aku bangsamu
Beda nasib, beda tempat
Bersama kekurangan yang menghambat
Nyaliku ingin pula menahan ledakanmu
Nyawaku tak sabar mati sahit bersamamu
Namun sa’at ini hanya do’a yang temani jihatmu
Palestina, islam terancam
Indonesia, islam berang
Yahudi harus di musnahkan
THANK YOU ALLAH
Oleh Nurul Rizki Rahmania
Ya Allah . . ,
Atas segala nikmatmu,aku bersyukur kepadaMu . . .
Atas segala rahmatmu,aku berlindung kepadaMu . . .
Kau ajarkan aku tuk bersabar,atas musibah yang menimpa . . .
Ajarkan aku tuk slalu bersyukur atas apa yang ada . . ,
Tanpa merasa kekurangan suatu apapun . . .
Ya Allah . . ,
Kau berikan nikmat hidup ini kepada kami . . .
Begitu banyaknya nikmat yang Kau berikan . . ,
Sehingga,kami tak mampu menghitungnya . . .
Dan kami mendapatkan rahmat dan karunia
Yang tak terhingga yang telah Kau berikan kepada kami . . .
Ya Allah . . ,
Dengan otak,kami bisa berfikir
Dengan mata,kami melihat indahnya dunia . . .
Dengan hidung,kami menghirup udara segar . . .
Dengan mulut,aku bisa berbicara saat ini . . .
Dengan telinga,kami mendengar suara nan merdu . . .
Dengan tangan,kami melakukan banyak hal . . .
Dengan kaki,kami berjalan dan melangkah . . .
Ya Allah . . ,
Sungguh berlipat ganda nikmat yang telah kau berikan pada kami
Terutama,nikmat terbesar yang sejak dahulu ada
Yaitu nikmat Iman dan Islam
Yang dimiliki kaum muslim dan muslimat
Thank You, Allah . . .
Perjuangan Dakwah
Oleh Aktif Muhammad Nurdin
Saat ku tersendat di jalan dakwah
Terasa berat mengemban amanah
Serasa pulang dari medan mu'tah
Yang berjuang sampai berdarah - darah
Kurenungi dengan akal sehatku
Inikah jalan yang mereka rindu
Yang Rasulullah bilang mereka sahabatku
Ku meratap luasnya langit
Berharap keluar dari dunia yang sempit
Dari dunia yang fana
Yang selalu tertimpa bencana
Mungkin inilah jalan yang harus kutempuh
Sebuah metafora jalan dakwah
Ku harus terus melakukannya tanpa keluh
Sampai ku berpijak di pelataran jannah
SEBELUM NYAWA TERLEPAS RAGA
Oleh Hartono "Jhon Witir"
Ketika tahta menguasai jiwa
Ketika mimpi tak beralas hati nurani
Tak peduli apa kata mereka
Bahkan Tuhan pun dianggap tiada
Saat logika berpikir nafas tak berakhir
Saat jiwa merasa menang tak kan ada lawan
Tak ada rasa takut akan hari kemudian
Karna rasa itu tlah tertutup bisikan syetan
Sadarlah wahai jiwa yang zolim
Kemenangan yang kau rasa sebenarnya adalah kekalahan
Surga yang kau rasa di dunia, sesungguhnya jalanmu ke neraka
Segeralah bersujud mohon ampunaNya
Sebelum nyawa terlepas dari raga
Tidak kah cukup bagimu tertulis berita
Kematian Fir'aun yang melegenda
AYAT AYAT ALAM
berabad-abad wajah tuhan bertaburan
jadi ayat-ayat alam yang berserak pada batu-batu
tiap perciknya menjelma wajah yang berbeda
jadi ayat-ayat alam yang berserak pada batu-batu
tiap perciknya menjelma wajah yang berbeda
berabad-abad wajah tuhan bertaburan
dalam serpihan cinta sekaligus sengketa
dalam serpihan cinta sekaligus sengketa
berabad-abad pula adam gelisah
mencoba menyatukan wajah tuhan
dalam gambaran seutuhnya. namun
selalu sia-sia ia. sebab, tuhan lebih suka
hadir dalam keelokan yang beraneka
mencoba menyatukan wajah tuhan
dalam gambaran seutuhnya. namun
selalu sia-sia ia. sebab, tuhan lebih suka
hadir dalam keelokan yang beraneka
pada keelokan pohon dan keindahan batu
pada keperkasaan ombak dan kediaman gunung
pada wajah suci seorang bayi dan hangat matahari
dan pada wajah manis seorang istri
tuhan hadir dalam senyum abadi
pada keperkasaan ombak dan kediaman gunung
pada wajah suci seorang bayi dan hangat matahari
dan pada wajah manis seorang istri
tuhan hadir dalam senyum abadi
berabad-abad wajah tuhan bertebaran
pada ayat-ayat alam yang selalu
menemukan tafsir sendiri
pada ayat-ayat alam yang selalu
menemukan tafsir sendiri
Suara Adzan
Bila telah terdengar suaranya
Mengumandang mencubit telinga
Orang pun berbondong
Mengambil wudlu membasuh tangan
Mengumandang mencubit telinga
Orang pun berbondong
Mengambil wudlu membasuh tangan
Dan merelakan kewajiban suci
Menghadap ilahi mempasrahkan diri
Mencari harapan untuk mengumpulkan pahala
Berharap hasil di negeri kahirat
Menghadap ilahi mempasrahkan diri
Mencari harapan untuk mengumpulkan pahala
Berharap hasil di negeri kahirat
Cahaya Hati
Ketika matahari mulai sembunyi
Adzan maghrib menutup hari
Mengakhiri aktifitas hari ini
Pergi shalat tuk tenangkan hati
Adzan maghrib menutup hari
Mengakhiri aktifitas hari ini
Pergi shalat tuk tenangkan hati
Mengingat nikmat Allah hari ini
Sungguh banyak yang tlah Dia beri
Mungkin terkadang kita lupa
Segala cinta kasih dari-Nya
Sungguh banyak yang tlah Dia beri
Mungkin terkadang kita lupa
Segala cinta kasih dari-Nya
Cinta Allah mengalir dalam nadi
Nikmat-Nya terasa dalam hati
Mungkin kita sering lupa diri
Tak bersyukur atas nikmat hari ini
Mungkin kita sering lupa diri
Tak bersyukur atas nikmat hari ini
Mari kita berdoa kepada Allah
Bersyukur atas nikmat selama ini
Membuang semua kesombongan diri
Tuk syukuri nikmat dan karunia-Nya
Membuang semua kesombongan diri
Tuk syukuri nikmat dan karunia-Nya
Zikir
Aku mengapung
Ringan
Meninggi padamu. Bagai kapas menari-nari
Dalam angin
Ringan
Meninggi padamu. Bagai kapas menari-nari
Dalam angin
Jumpalitan bagai ikan
Bagai lidah api
Bagai lidah api
Bau busuk mulutku, Anne
Seratus tahun memanggi-manggil
Namamu
Seratus tahun memanggi-manggil
Namamu
Inilah zikirku:
Lelehan aspal kealpanaanku, cairan timah
Kekeliruanku, gemuruh mesin keliaranku
Tumpukan sampah keterpurukanku
Selokan mampat kesia-siaanku
Lelehan aspal kealpanaanku, cairan timah
Kekeliruanku, gemuruh mesin keliaranku
Tumpukan sampah keterpurukanku
Selokan mampat kesia-siaanku
Aku tak tidur padahal ngantuk, tak makan
Padahal lapar, tak minum padahal haus
Tak menangis padahal sedih, tak berobat
Padahal luka, tak bunuh diri
Padahal patah hati
Padahal lapar, tak minum padahal haus
Tak menangis padahal sedih, tak berobat
Padahal luka, tak bunuh diri
Padahal patah hati
Anne! Anne! Anne!
Zikirku seribu sepi menombakmu
Menembus lapisan langit keheninganmu, mengerat
Gumpalan kabut rahasiamu, mengiris pusaran angin
Kesadaranmu, menghanguskan jarak
Ruang dan waktu
Menembus lapisan langit keheninganmu, mengerat
Gumpalan kabut rahasiamu, mengiris pusaran angin
Kesadaranmu, menghanguskan jarak
Ruang dan waktu
Aku mencair
Bagai air
Mengalir padamu. Bagai hujan
Tumpah ke bumi
Bagai air
Mengalir padamu. Bagai hujan
Tumpah ke bumi
Menggelinding bagai batu
Bagai hantu
Bagai hantu
Anne! Anne! Anne!
Inilah rentetan tembakan kerinduanku, lemparan
Granat ketakutanku, dentuman meriam kemabukanku
Luapan minyak kegairahanku, kobaran tungku kecintaanku
Semburan asap kepunahanku
Granat ketakutanku, dentuman meriam kemabukanku
Luapan minyak kegairahanku, kobaran tungku kecintaanku
Semburan asap kepunahanku
Aku tak mengemis padahal miskin, tak merampok
Padahal banyak utang, tak mencuri padahal terdesak
Tak menipu padahal ada kesempatan, tak menuntut
Padahal punya hak, tak meminta
Padahal putus asa
Padahal banyak utang, tak mencuri padahal terdesak
Tak menipu padahal ada kesempatan, tak menuntut
Padahal punya hak, tak meminta
Padahal putus asa
Anne! Anne! Anne!
Zikirku seribu sunyi mengejarmu
Menggedor barikade pertahananmu, menerobos
Dinding persembunyianmu, mengobrak-abrik ruang
Semadimu, menghancurkan singgasana
Kekhusyukanmu
Menggedor barikade pertahananmu, menerobos
Dinding persembunyianmu, mengobrak-abrik ruang
Semadimu, menghancurkan singgasana
Kekhusyukanmu
Bau busuk mulutku, Anne
Seratus tahun memanggil-manggil
Namamu
Seratus tahun memanggil-manggil
Namamu
Perjalanan Ke Langit
Bagi yang merindukan
Tuhan menyediakan
Kereta cahaya ke langit
Kata sudah membujuk
Bumi untuk menanti
Tuhan menyediakan
Kereta cahaya ke langit
Kata sudah membujuk
Bumi untuk menanti
Sudah disiapkan
Awan putih di bukit
Berikan tanda
Angin membawamu pergi
Dari pusat samudera
Awan putih di bukit
Berikan tanda
Angin membawamu pergi
Dari pusat samudera
Tidak cepat atau lambat
Karena menit dan jam
Menggeletak di meja
Tangan gaib mengubah jarum-jarumnya
Berputar kembali ke-0
Karena menit dan jam
Menggeletak di meja
Tangan gaib mengubah jarum-jarumnya
Berputar kembali ke-0
Waktu bagi salju
Membeku di rumputan
Selagi kaulakukan perjalanan.
Membeku di rumputan
Selagi kaulakukan perjalanan.
By ST12
Kau Tempatku Mengadu Hati
Memberi Segala Hidup
Dunia dan Seisinya Milik-Mu
Mencintai-Mu Sejati
ku Manusia Yang Penuh Dosa
Berharap Ampunan-Mu
Melihat Dilangit Kesempurnaan Hati-Mu
Kau Cinta Pertama Dalam Hidup
Reff:
Allahu Akbar Maha Besar
MeMujaMu Begitu Indah
Selalu Kau Berikan SeMua
Kebesaran-Mu Tuhan
Back To Reff 3x
Kau Tempatku Mengadu Hati
Memberi Segala Hidup
Dunia dan Seisinya Milik-Mu
Mencintai-Mu Sejati
ku Manusia Yang Penuh Dosa
Berharap Ampunan-Mu
Melihat Dilangit Kesempurnaan Hati-Mu
Kau Cinta Pertama Dalam Hidup
Reff:
Allahu Akbar Maha Besar
MeMujaMu Begitu Indah
Selalu Kau Berikan SeMua
Kebesaran-Mu Tuhan
Back To Reff 3x
Marhaban Ya Ramadhan
Haddad Alwi feat. Anti
Marhaban Ya SYahro Ramadhan Ya SYahro Syiam
Marhaban Ya SYahro Ramadhan Ya SYahro Syiam
Selamat Datang Ramadhan
Bulan Penuh Ampunan
Selamat Datang Ramadhan
Bulan Penuh Ganjaran
Mari Kita MenYambut Dengan Hati Gembira
Mari Kita MenYambut Dengan Hati Bahagia
Marhaban Ya SYahro Ramadhan Ya SYahro Syiam
Marhaban Ya SYahro Ramadhan Ya SYahro Syiam
Allah Jadikan Ramadhan Bulan Penuh Berkah
Allah Jadikan Ramadhan Bulan Penuh Rahmah
PerbanYaklah Ibadah
Jangan Lupa Dedekah
PerbanYaklah Tadarus
Jangan Lupa Shalawat
Marhaban Ya SYahro Ramadhan Ya SYahro Syiam
Marhaban Ya SYahro Ramadhan Ya SYahro Syiam
Selamat Datang Bulan Yang Siang HarinYa Mulia
Selamat Datang Bulan Yang MalamnYa Pun Mulia
Nafas dan Tidur Kita Pun Mendapat Pahala
Dosa Pun Diampuni Doapun Diterima
Marhaban Ya SYahro Ramadhan Ya SYahro Syiam
Marhaban Ya SYahro Ramadhan Ya SYahro Syiam
Marhaban Ya SYahro Ramadhan Ya SYahro Syiam
Marhaban Ya SYahro Ramadhan Ya SYahro Syiam
Marhaban Ya SYahro Ramadhan Ya SYahro Syiam
Marhaban Ya SYahro Ramadhan Ya SYahro Syiam
Marhaban Ya SYahro Ramadhan Ya SYahro Syiam
Marhaban Ya SYahro Ramadhan Ya SYahro Syiam
Marhaban Ya SYahro Ramadhan Ya SYahro Syiam
Marhaban Ya SYahro Ramadhan Ya SYahro Syiam
Selamat Datang Ramadhan
Bulan Penuh Ampunan
Selamat Datang Ramadhan
Bulan Penuh Ganjaran
Mari Kita MenYambut Dengan Hati Gembira
Mari Kita MenYambut Dengan Hati Bahagia
Marhaban Ya SYahro Ramadhan Ya SYahro Syiam
Marhaban Ya SYahro Ramadhan Ya SYahro Syiam
Allah Jadikan Ramadhan Bulan Penuh Berkah
Allah Jadikan Ramadhan Bulan Penuh Rahmah
PerbanYaklah Ibadah
Jangan Lupa Dedekah
PerbanYaklah Tadarus
Jangan Lupa Shalawat
Marhaban Ya SYahro Ramadhan Ya SYahro Syiam
Marhaban Ya SYahro Ramadhan Ya SYahro Syiam
Selamat Datang Bulan Yang Siang HarinYa Mulia
Selamat Datang Bulan Yang MalamnYa Pun Mulia
Nafas dan Tidur Kita Pun Mendapat Pahala
Dosa Pun Diampuni Doapun Diterima
Marhaban Ya SYahro Ramadhan Ya SYahro Syiam
Marhaban Ya SYahro Ramadhan Ya SYahro Syiam
Marhaban Ya SYahro Ramadhan Ya SYahro Syiam
Marhaban Ya SYahro Ramadhan Ya SYahro Syiam
Marhaban Ya SYahro Ramadhan Ya SYahro Syiam
Marhaban Ya SYahro Ramadhan Ya SYahro Syiam
Marhaban Ya SYahro Ramadhan Ya SYahro Syiam
Marhaban Ya SYahro Ramadhan Ya SYahro Syiam
Maha Melihat (Ost Sinetron MANOHARA)
By Opick Featuring Rachel Amanda
Seiring waktu berlalu
Tangis tawa dinafasku
Hitam putih dihidupku
Jalani takdirku
Tiada satu tersembunyi
Tiada satu yang terlupa
Segala apa yang terjadi
Engkaulah saksinya
Reff:
Kau Yang Maha Melihat
Kau Yang Maha Melihat
Kau Yang Maha Pemaaf
Pada-Mu hati bertobat
Kau Yang Maha Pengasih
Kau Yang Maha Penyanyang
Kau Yang Maha Pelindung
Pada-Mu semua bertekun
Yang dicinta ‘kan pergi
Yang didamba ‘kan hilang
Hidup ‘kan terus berjalan
Meski penuh dengan tangisan
Andai bisa ku mengulang
Waktu hilang dan terbuang
Andai bisa ku kembali
Hapus semua pedih
Andai mungkin aku bisa
Kembali tulus segalanya
Tapi hidup takkan bisa
Meski derai air mata
Back to Reff: 2x
Seiring waktu berlalu
Tangis tawa dinafasku
Hitam putih dihidupku
Jalani takdirku
Tiada satu tersembunyi
Tiada satu yang terlupa
Segala apa yang terjadi
Engkaulah saksinya
Reff:
Kau Yang Maha Melihat
Kau Yang Maha Melihat
Kau Yang Maha Pemaaf
Pada-Mu hati bertobat
Kau Yang Maha Pengasih
Kau Yang Maha Penyanyang
Kau Yang Maha Pelindung
Pada-Mu semua bertekun
Yang dicinta ‘kan pergi
Yang didamba ‘kan hilang
Hidup ‘kan terus berjalan
Meski penuh dengan tangisan
Andai bisa ku mengulang
Waktu hilang dan terbuang
Andai bisa ku kembali
Hapus semua pedih
Andai mungkin aku bisa
Kembali tulus segalanya
Tapi hidup takkan bisa
Meski derai air mata
Back to Reff: 2x
Sep 1, 2009
Bersyukur (OST Baim Anak Sholeh)
By Atina
Apa yang kau cari di dunia ini
Menjalani hidup dengan rasa kesal di hati
Setiap hari kau tak pernah berhenti menyesali diri
Jiwamu gelisah
Wajahmu tak ramah
Selalu hatimu gundah dibakar rasa marah
Tidak pernah merasa puas dirimu dengan segala berkah
Reff:
Jika engkau pandai bersyukur
Rizqi Allah tidal terukur
Bila pikiran mulai melantur
Itu saatnya engkau tafakur
Syukuri apa yang kau punya
Jangan berhenti berupaya
Niscaya Allah menambahkan rahmat-Nya
Begitu berlimpah hikmat Allah bagi manusia
Sudahkah kita belajar mensyukurinya
Begitu berlimpah hikmat Allah bagi manusia
Sudahkah kita belajar mensyukurinya
Begitu berlimpah hikmat Allah bagi manusia
Sudahkah kita belajar mensyukurinya
Apa yang kau cari di dunia ini
Menjalani hidup dengan rasa kesal di hati
Setiap hari kau tak pernah berhenti menyesali diri
Jiwamu gelisah
Wajahmu tak ramah
Selalu hatimu gundah dibakar rasa marah
Tidak pernah merasa puas dirimu dengan segala berkah
Reff:
Jika engkau pandai bersyukur
Rizqi Allah tidal terukur
Bila pikiran mulai melantur
Itu saatnya engkau tafakur
Syukuri apa yang kau punya
Jangan berhenti berupaya
Niscaya Allah menambahkan rahmat-Nya
Begitu berlimpah hikmat Allah bagi manusia
Sudahkah kita belajar mensyukurinya
Begitu berlimpah hikmat Allah bagi manusia
Sudahkah kita belajar mensyukurinya
Begitu berlimpah hikmat Allah bagi manusia
Sudahkah kita belajar mensyukurinya
Beribadah Yok...
Ramadhan Tahun ini banyak musisi yang mengeluarkan lagu religi atau nasyid, salah satu di antaranya grup musik Gigi. Gigi merilis sebuah lagu religi yang berjudul Beribadah yok, Kita akan sering mendengar lagu ini di kala waktu sahur karena lagu ini menjadi soundtrack sinetron Para Pencari Tuhan yang ditayangkan Stasiun TV SCTV.
Beribadah Yok...
By Gigi
Banyak manusia bingung.. dengan keadaaannya
minta ini minta itu.. dengan segala cara
Kadang sadar, kadang enggak.. bikin jadi sengsara
Mau bagus jadi hancur.. malah awut-awutan
Minta diberi hati
Minta diberi jantung
Minta diberi harta
Minta yang lebih-lebih
[Reff:]
Beribadah yuk…
Jangan banyak alasan
Ayo solat yuk…
Sebelum di solatkan
Yoo!…
Yoo!…
Beribadah Yok...
By Gigi
Banyak manusia bingung.. dengan keadaaannya
minta ini minta itu.. dengan segala cara
Kadang sadar, kadang enggak.. bikin jadi sengsara
Mau bagus jadi hancur.. malah awut-awutan
Minta diberi hati
Minta diberi jantung
Minta diberi harta
Minta yang lebih-lebih
[Reff:]
Beribadah yuk…
Jangan banyak alasan
Ayo solat yuk…
Sebelum di solatkan
Yoo!…
Yoo!…